September 18, 2020

Jose Mourinho: Saya Mulai Percaya Tanguy Ndombele

Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho menegaskan dirinya tidak pernah meragukan kualitas Tanguy Ndombele setelah sang gelandang Prancis mencetak gol penentu kemenangan timnya melawan Lokomotiv Plovdiv dalam kualifikasi Liga Europa.

Tottenham nyaris mengalami hasil memalukan di Bulgaria, Kamis (17/9) setelah sempat tertinggal 1-0 dari Plovdiv di babak kedua. Namun situasinya berbalik di sepuluh menit terakhir. Wasit memberikan dua kartu merah beruntun untuk pemain Plovdiv dan Harry Kane mencetak gol penyama lewat titik putih.

Ndombele, yang diturunkan sebagai pemain pengganti, kemudian melengkapi comeback Spurs lewat golnya di menit ke-85 memanfaatkan umpan silang Lucas Moura. Di laga ini, Ndombele juga mencatatkan akurasi umpan 100 persen.

Mourinho, yang meminggirkan Ndombele di sepanjang musim lalu, kini mengaku mulai percaya dengan gelandang Prancis itu, meski ia juga masih menyinggung soal komitmen bermain.

“Tanguy sedang dalam proses evolusi,” kata Mourinho dalam jumpa pers selepas pertandingan.

“Musim lalu, dia tidak seperti itu. Musim lalu, dia terjebak dalam situasi di mana saya tidak melihatnya mengalami evolusi.”

“Namun sekarang dia berlatih dengan sangat, sangat baik. Dia mulai pulih dari cederanya, mulai kembali bugar. Hari ini, dia menunjukkan kemampuannya yang kami butuhkan di 30 menit terakhir.”

“Saat ini, saya percaya dengan Tanguy. Saya tidak pernah meragukan kualitasnya. Tidak pernah. Musim lalu, saya meragukan motivasi, komitmen, dan sikap profesionalnya.”

“Sekarang, saya yakin Tanguy bisa berbuat banyak untuk kami,”

Pada Juli lalu, Mourinho juga membahas situasi Ndombele yang terus jadi topik panas. Meski Ndombele mengalami start yang tak memuaskan di musim debutnya, Mou yakin rekrutan termahal Spurs itu bisa meningkatkan performanya seiring berjalannya waktu. Ia pun mencontohkan kiprah Luka Modric di Real Madrid.

“Sepakbola penuh dengan pemain dengan start lamban. Lihat Luka Modric di Real Madrid. Setelah enam bulan bergabung, ia divonis sebagai rekrutan terburuk dalam sejarah klub oleh fans dan pers. Beberapa bulan setelahnya, dia menjadi seorang juara, lalu menjadi pemain terbaik di dunia. Ketika talenta tersedia, hal-hal baik akan mengikuti,” ungkapnya.